Diklatpim Tingkat III Angkatan I Goes to Banyuwangi

PIM4_bywg2015

Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan. Dalam rangka peningkatan kompetensi PNS, Pusdiklat BPK RI menyelenggarakan pembinaan melalui jalur pendidikan dan pelatihan Diklat Kepemimpinan Tingkat III (Diklatpim) Angkatan I pada awal tahun ini yang diikuti oleh 15 pejabat struktural eselon III. Kompetensi yang dibangun pada Diklatpim Tingkat III adalah kompetensi kepemimpinan taktikal yaitu kemampuan membuat perencanaan program instansi dan dan memimpin keberhasilan pelaksanaan program. Diharapkan peserta dapat melakukan inovasi, mengoptimalkan seluruh potensi dalam implementasi program.

Metode yang diterapkan dalam pelaksanaan Diklatpim Tingkat III adalah ceramah, film pendek, kisah sukses, peragaan, game, diskusi, praktik, benchmark, seminar, studi kasus, visitasi, couching dan councelling serta mentoring. Salah satu rangkaian Diklatpim Tingkat III yang cukup penting adalah melakukan benchmark (studi banding) ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

“Pemilihan locus benchmarking karena Kabupaten Banyuwangi dinilai telah banyak menjalankan perubahan dan inovasi ke arah yang lebih baik. Berdasarkan data yang kami peroleh, kegiatan pariwisata yang berpengaruh pada pendapatan masyarakat kabupaten Banyuwangi terus meningkat dari tahun ke tahun,” ungkap Kepala Bidang Diklat Kelembagaan Pusdiklat BPK RI, Nurendro Adi Kusumo. Kabupaten Banyuwangi dipilih sebagai tujuan para peserta untuk mendapatkan gambaran konkrit penyelenggaraan roda pemerintahan daerah. Kementerian Dalam Negeri memberikan penghargaan kepada Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas atas prestasinya sebagai bupati dengan “Kinerja Sangat Tinggi”. Melalui kegiatan ini para peserta diharapkan dapat melakukan perubahan dan mengaplikasikannya ke unit kerja masing-masing.

Kegiatan studi banding Diklatpim Tingkat III ke Kabupaten Banyuwangi dilaksanakan pada 30 Maret – 2 April 2015. Para peserta diajak merasakan atmosfer perubahan yang ada di kota dengan julukan “The Sunrise of Java” tersebut melalui program city tour di Taman Blambangan, Banyuwangi.

Pada kesempatan itu, para peserta melakukan informal meeting dengan Bupati Banyuwangi di lingkungan Pendopo Kabupaten Banyuwangi. Anas mengatakan, penghargaan ini menjadi pemacu semangat untuk memacu kinerja menjadi lebih baik lagi. “Meraih penghargaan tentu saja bukan tujuan utama program pembangunan. Tapi apresiasi ini mendonorkan semangat bagi kami untuk lebih terpacu meningkatkan kinerja,” ujar bupati yang pernah menempuh studi singkat ilmu kepemerintahan di Harvard Kennedy School of Government, Amerika Serikat, tersebut.

PIM4 2_bywg2015

Anas mengatakan, kunci keberhasilan pembangunan adalah partisipasi semua elemen, baik di lingkungan pemerintahan maupun publik luas. Saat kali pertama menjabat, Anas membangun kepercayaan di internal birokrasi dan publik luas. Ia juga menegaskan bahwa kepercayaan ini penting karena akan mendorong partisipasi. Perubahan tidak menjamin keadaan lebih baik, tapi keadaan lebih baik tidak akan ada tanpa perubahan. Anas bersyukur, sekarang Banyuwangi semakin baik, birokrasi dan publik kompak, meski masih ada beberapa yang perlu diperbaiki.

Antusiasme peserta Diklatpim Tingkat III tampak jelas dari semangat mereka mengikuti serangkaian kegiatan selama di Banyuwangi. Adanya sharing pengalaman dalam pengelolaan tata pemerintah yang lebih baik serta membuat perubahan yang memiliki makna penting dalam budaya kerja dipercaya akan mendatangkan manfaat bagi peserta untuk membuat inovasi pada proyek perubahan di satker peserta diklat masing-masing.****