Badiklat PKN Tanggap Bencana Banjir dan Pengarahan Kepala Badan Diklat PKN Menyongsong Tahun 2020

09 January 2020 – 08:53

Bencana banjir yang melanda khususnya di wilayah Jabodetabek awal tahun 2020 mendorong Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) PKN BPK untuk memberikan bantuan bagi warga terdampak bencana banjir RT 06/07 Kelurahan Rawajati Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan (1/1/20). Bantuan yang diberikan antara lain adalah penyediaan tempat penampungan sementara di lapangan futsal Badiklat PKN. Pada hari yang sama Wakil Ketua BPK, Agus Joko Pramono didampingi Sekretaris Jenderal BPK, Bahtiar Arif melakukan kunjungan ke Badiklat PKN untuk melihat secara langsung kondisi para pengungsi.

Ketua BPK, Agung Firman Sampurna juga melakukan kunjungan dan memberikan bantuan kepada para pengungsi pada Kamis, 2 Januari 2020. Ketua BPK menyerahkan bantuan logistik makanan dan genset untuk para korban banjir yang mengungsi di Badiklat PKN. Selain dari internal BPK, bantuan kepada para korban juga diperoleh dari berbagai pihak di antaranya dari Forum Komunikasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupa obat-obatan dan air bersih.

Memasuki awal tahun 2020, Kepala Badiklat PKN, Hery Subowo memberikan pengarahan dan pembinaan kepada seluruh pegawai. Dalam arahannya, Kepala Badiklat PKN mengajak para pegawai untuk membangun organisasi yang peduli terhadap lingkungan sekitar, dengan dimulai dari diri sendiri. Pada kesempatan ini, Kepala Badiklat mewakili BPK Peduli, memberikan bantuan kepada 10 orang pegawai Badiklat terdampak bencana banjir yang terjadi di Jabodetabek awal tahun ini.

Mulai awal tahun ini Badiklat PKN berkomitmen akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan baik untuk para pegawai internal maupun eksternal BPK. Beberapa program yang menjadi fokus utama Badiklat PKN pada tahun ini adalah peningkatan jadwal diklat untuk eksternal BPK, pengembangan diklat internasional, pengembangan media pembelajaran e-learning, pelaksanaan Certified State Finance Auditor (CSFA) Recognition bagi para pemeriksa BPK, membentuk asosiasi profesi pemeriksa keuangan negara, perluasan need assessment, pengembangan kompetensi pegawai serta penggunaan Aplikasi SIDAPERKASA (Sistem Informasi Data Pekerjaan dan Kegiatan Saya). (IA)

Foto: DM/WW